0 komentar

Jilbab Nisa

Kika punya adik! Ia dan abangnya, Fandy, senang bukan kepalang. Setiap bangun tidur dan pulang sekolah, mereka berdua pasti langsung bermain dengan adiknya yang masih bayi. Ibu dan Ayah memberinya nama Chisa, tapi bayi perempuan yang putih dan gemuk itu mereka panggil Si Bungsu.
Tante Nia, adik ayah Kika, baru saja pulang dari melihat Chisa, ketika Fandy datang. Ia baru pulang dari sekolah, sedangkan Kika langsung pergi les tambahan. Maklum, Kika sudah kelas 6, sebentar lagi menghadapi Ujian Nasional. Sedangkan Fandy duduk di kelas 2 SMP.
“Wah, Si Bungsu dapet guling baru, ya?” goda Fandy, melihat sepasang guling putih polos di sebelah adiknya.
“Itu dari Tante Nia, Bang.” Ibu bersuara, seolah-olah itu jawaban Chisa.
“Kok warnanya putih polos begini, Bu?” tanya Fandy heran, karena ia biasa melihat guling kecil yang berwarna-warni dengan berbagai motif lucu.
“Kata Tante, itu untuk mengukur kadar kotornya guling. Ada banyak sarung di kotak di sebelahmu itu.” Ibu mendekat pada kotak yang dimaksud, lalu mengeluarkan satu sarung bantal. “Nah, lucu kan!” tunjuk Ibu pada Fandy.
“Kain ini bahannya tipis, kalau terkena debu atau kotoran lain akan tembus ke dalam dan mengenai kain yang itu.” Ibu menunjuk guling di tangan Fandy. “Kalau sudah terlihat noda, berarti sarung luar harus diganti.”
Fandy manggut-manggut. Tapi ia bukan sedang takjub dengan penjelasan Ibu. Sebuah ide melintas di benaknya.
Ketika Ibu ke dapur, Fandy mengambil sepasang guling baru itu. Satu ia lempar ke kamar Ibu yang pintunya sedikit terbuka, satu lagi Fandy bawa ke kamarnya sendiri.