0 komentar

Kurcaci dan Raksasa

Di sebuah desa hiduplah tiga kurcaci yang bersaudara. Kurcaci pertama bernama Si Sulung, kurcaci kedua bernama Si Tengah, dan kurcaci ketiga bernama Si Bungsu.

Si Sulung mempunyai sifat sombong, jahat, dan rakus. Begitu pula sifat Si Tengah, sama dengan kakaknya. Tetapi, sifat Si Bungsu berbeda dengan dua kakaknya, ia baik hati dan penolong.

Pada suatu hari. “Bungsu, cepat dong masaknya. Kakak sudah laper, nih!” kata Si Sulung sambil marah-marah pada adiknya.

“Iya, Kak,” jawab Si Bungsu menuruti perintah kakaknya.

Siang itu Si Bungsu sedang mencuci bajunya dan baju kakaknya di sungai. Si Bungsu memang sudah terbiasa untuk menuruti perintah kakaknya yang pemalas. Setelah selesai, Si Bungsu pulang.

Dalam perjalanan pulang, Si Bungsu mendengar sesuatu dari dalam goa. “Ssst, sepertinya aku mempunyai bahan untuk kita malam, hahaha….” Suara itu terdengar jelas di telinga Si Bungsu.

Ternyata yang dimaksud ‘bahan makan malam’ adalah tiga kurcaci bersaudara. Ketiganya akan dimakan oleh dua raksasa goa.

Setibanya di rumah, Si Bungsu menjelaskan apa yang dia alami tadi saat pulang mencuci. Tetapi kedua kakak Si Bungsu malah menertawainya. Si Bungsu tidak mau menjadi santapan makan malam kedua raksasa tersebut, sehingga ia pergi dari rumah setelah memasak makan siang untuk dirinya dan kakaknya. Lalu Si Bungsu mengemasi barang untuk dibawanya pergi dari rumah.

Ternyata benar, malamnya kedua raksasa itu datang dan menghancurkan rumah si tiga bersaudara.

Akhirnya, sejak saat itu Si Sulung dan Si Tengah tidak pernah terlihat lagi. Dan Si Bungsu telah menemukan rumah ajaib yang bisa mengabulkan semua permintaan Si Bungsu.


Aisy
(Siswa Sekolah Menulis ‘Aifah, Kelas Fiksi SD. Duduk di kelas 3 SDIT Nurul Ilmi)

0 komentar

0 komentar

Zahra Melihat Hantu

BRRAAAK!!! Zahra membanting pintu dengan keras. Dia sedang kesal dengan temannya karena temannya mengambil pensil merah muda kesayangannya.

Kemudian Zahra teringat pesan gurunya, jika merasa kesal, berwudhulah. Dan kebetulan Zahra belum shalat. Akhirnya Zahra berwudhu dan shalat.

Selesai shalat, Zahra menggantung mukenanya di belakang pintu. Tiba-tiba mati lampu, Zahra sangat ketakutan.

Tak lama kemudian, Zahra ingin ke kamar mandi. Dengan kaki gemetar, Zahra melangkahkan kaki menuju pintu. Tiba-tiba Zahra melihat hantu. Zahra tidak tahan lagi lalu Zahra ngompol. Kemudian lampu menyala kembali. Ternyata itu mukenanya sendiri.


Aisy

0 komentar