MENJADI ANAK PENCURI

karya: Athifah

Namaku Alifa Rizki, aku biasa dipanggil Kiki. Di rumah aku menanyakan sesuatu pada Ibu, “Ibu, ayahku di mana? Mengapa kita nggak pernah ketemu Ayah?”

“Kiki, ayahmu sibuk, sampai-sampai tidak bisa bertemu denganmu, Nak,” jawab Ibu.

“Tapi Kiki tidak pernah bertemu Ayah,” kata Kiki sambil berlari menuju kamar.

Lalu ada yang mengetuk pintu rumah itu. Karena terkejut, Kiki lalu membukanya.

“Kamu siapa?” tanya Kiki kepada seorang lelaki tua yang di depannya.

“Ayahmu, Nak,” kata laki-laki tua itu.

Lalu Kiki langsung memeluknya, kemudian memanggil ibu, “Ibu, ada Ayah.”

Ibu langsung berlari menuju ruang tamu, lalu mengajak Ayah masuk ke kamarnya, lalu membaringkannya karena ia kelihatan kecapekan.

Sesudah makan malam, kami bertiga langsung sikat gigi dan tidur (karena bukan orang Islam).

Malam harinya Kiki mau pipis, Kiki langsung ke kamar mandi yang letaknya di dekat ruang tamu.

Saat di depan kamar mandi, Kiki nampak ada bayangan. Kiki lalu mendekatinya, rupanya itu ayahnya yang sedang memakai baju pencuri. Lalu ayah Kiki bilang kepada Kiki, “Kiki jangan bilang Ibu kalau Ayah pencuri.”

Kiki menyesal mempunyai ayah pencuri.


---
athifah adalah salah satu siswa lincah di kelas fiksi Sekolah Menulis 'Aifah. cerpen ini sudah bikin salah satu temannya, fatimah, ngakak seru karena sudut pandang tokoh yg berubah2. its ok, apa salahnya keliru, itu bagian dari proses. wong athifahnya aja keukeuh, "dak papalah, kan nama akunya kiki!" serunya berapi-api.
fatimah makin ngakak. aku sih milih mingkem

0 komentar: